//verifikasi //verifikasi VERTEBRATA (Disusun Sebagai Laporan Terhadap Pengamatan Dari Pembedahan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)) - pendapat.id
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

VERTEBRATA (Disusun Sebagai Laporan Terhadap Pengamatan Dari Pembedahan Ikan Nila (Oreochromis niloticus))

VERTEBRATA

(Disusun Sebagai Laporan Terhadap Pengamatan Dari Pembedahan Ikan Nila
 (Oreochromis niloticus))

anatomi ikan nila


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dunia ini memiliki begitu banyak keanekaragaman. Keanekaragaman itu sendiri tidaklah terlepaskan dari berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang ada di dunia ini.Keanekaragaman yang ada pada tumbuhan begitu banyak jenisnnya, begitu pula dengan keanekaragaman yang ada pada hewan. Hewan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang terbagi menjadi dua, yaitu hewan vertebrata dan invertebrata. Hewan vertebrata merupakan hewan yang bertulang belakang sedangkan invertebrata merupakan hewan yang tidak bertulang belakang.
Beralih ke vertebrata, contohnya seperti ikan(pisces). Ikan(pisces) merupakan hewan bertulang belakang yang hidup di air, berdarah dingin, bernapas menggunakan insang, biasanya tubuhnya bersisik, dan bergerak sertamenjaga keseimbangan badannya dengan menggunakan sirip. Ikan (pisces)  juga merupakan hewan vertebrata yang mempunyai tiga klasifikasi, yaitu Agnatha (Cyclostomata) atau tidak mempunyai rahang, Chondrichthyes atau rahang/rangkannya rawan, dan Osteichthyesatau rahang bertulang sejati. Contohnya saja seperti ikan Nila (Oreochromis niloticus). Ikan Nila atau yang bernama LatinOreochromis niloticus merupakan ikan yang termasuk kedalam klasifikasi Osteichthyes atau rahang bertulang sejati dan merupakan sumber protein hewani murah bagi konsumsi manusia.
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang mudahdipelihara dan dibiakkan, ikan ini segera diternakkan di banyak negara sebagai ikan konsumsi, termasuk di berbagai daerah di Indonesia.Ikan ini menjadi hama di seluruh sungai-sungai dan danau di Indonesia. Ketika di tebar ke dalam sungai dan danau, ikan ini memakan banyak tumbuhan air . Untuk itu, dikarenakan persebaran ikan  Nila (Oreochromis niloticus) yang mudah untuk didapatkan, maka dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian dengan cara melaksanakan pembedahan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk melakukan pengamatan terhadap struktur tubuh ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan mengetahui apa saja fungsi dari masing – masing organ yang dimiliki oleh ikan tersebut, serta untuk mengetahui morfologi dan anatomi tubuh hewan Vertebrata yang dalam hal ini dikhususkan pada kelompok ikan (pisces) yaitu pada ikan Nila (Oreochromis niloticus). Disamping itu, penelitian yang berupa pembedahan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang dilakukan oleh penulis ini juga bermaksud untuk mengetahui alat – alat pernapasan serta organ – organ apa saja yang menyusun sistem pencernaan makanan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus). Maka dari itu, untuk membahas seluruh pernyataan tersebut, penulis akan mendeskripsikannya dalam karya tulis ini.

1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa saja fungsi dari masing – masing organ yang dimiliki oleh ikan Nila (Oreochromis niloticus) ?
2.    Apa saja organ – organ yang menyusun sistem pencernaan makanan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) ?
3.    Mengapa insang  pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) saat masih hidup berwarna merah cerah dan pada saat keadaan mati berwarna pucat?

1.3  Tujuan Penelitian
1.    Untuk mengetahui apa saja fungsi dari masing – masing organ yang dimiliki oleh ikan Nila (Oreochromis niloticus).
2.    Untuk mengetahui apa saja organ – organ yang menyusun sistem pencernaan makanan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus).
3.    Untuk mengetahui mengapa insang  pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) saat masih hidup berwarna merah cerah dan pada saat keadaan mati berwarna pucat.



1.4  Manfaat Penelitian
1.    Bagi pelajar, yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai morfologi dan anatomi tubuh hewan Vertebrata terkhususkan pada kelompok pisces yaitu pada ikan Nila (Oreochromis niloticus).
2.    Bagi guru, yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dalam menambah bahan ajar bagi peserta didik.
3.    Bagi penulis, yaitu dapat memperbaiki kualitas yang ada karya tulis ini agar lebih baik lagi ke depannya.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Vertebrata
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut", atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.
Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru.Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).
Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.         Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
2.         Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung  anterior  yang membesar berupa otak.
3.         Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
4.         Memiliki celah faring.
Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut.
Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, yang menyusun sistem organ tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup (darah mengalir di dalam pembuluh darah), alat ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri) serta sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon.Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.

2.2 Apa itu Pisces (Ikan)?
Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak atau jukut. Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan air hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan air. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan dan dipelihara untuk hiasan dalam akuarium, kita kenal sebagai ikan hias.
Ikan juga merupakan sumber makanan yang penting. hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan. Kandungan ikan kaya akan manfaat karena merupakan sumber protein bagi tubuh. Selain itu ternyata ikan juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

2.3 Seputar Mengenai Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.Ikan peliharaan yang berukuran sedang, panjang total (moncong hingga ujung ekor) mencapai sekitar 30 cmdan kadang ada yang lebih dan ada yang kurang dari itu. Sirip punggung ( pinnae dorsalis) dengan 16-17 duri (tajam) dan 11-15 jari-jari (duri lunak); dan sirip dubur (pinnae analis) dengan 3 duri dan 8-11 jari-jari.
Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor bergaris-garis tegak, 7-12 buah. Tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip punggung dengan warna merah atau kemerahan (atau kekuningan) ketika musim berbiak.ada garis linea literalis pada bagian truncus fungsinya adalah untuk alat keseimbangan ikan pada saat berenang
Ikan nila yang masih kecil belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Setelah berat badannya mencapai 50 gram, dapat diketahui perbedaan antara jantan dan betina. Perbedaan antara ikan jantan dan betina dapat dilihat pada lubang genitalnya dan juga ciri-ciri kelamin sekundernya. Pada ikan jantan, di samping lubang anus terdapat lubang genital yang berupa tonjolan kecil meruncing sebagai saluran pengeluaran kencing dan sperma. Tubuh ikan jantan juga berwarna lebih gelap, dengan tulang rahang melebar ke belakang yang memberi kesan kokoh, sedangkan yang betina biasanya pada bagian perutnya besar.
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pertumbuhan dan perkembangan biakannya paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya. Ikan ini juga merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek dan juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jaring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.
Adapun klasifikasi Ilmiah Ikan Nila (Oreochromis niloticus), yaitu :
Kerajaan:Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Osteichtyes
Ordo:Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Spesies:Oreochromis niloticus

2.4 Pengertian Pembedahan
Pembedahan berasal dari kata bedah yakni yang artinya pengobatan penyakit dengan jalan memotong bagian tubuh yang sakit atau operasi. Akan tetapi, dalam hal ini pembedahan dilakukan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus). Pembedahan yang dilakukan pada ikan Nila dilakukan menggunakan pisau bedah yang bertujuan untuk memudahkan proses pembedahan. Pembedahan disebut juga sebagai operasi yang berarti membedel atau membedahkan suatu organ yang dalam hal ini ditujukan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus).
Pembedahan juga merupakan kepakaran perubatan kuno yang menggunakan kaedah-kaedah insani dan peralatan operatif ke atas pesakit untuk menyiasat dan/atau merawat penyakit, kecederaan atau sebagainya, ataupun mempertingkat fungsi atau rupa tubuh badan. Pembedahan boleh dilakukan ke atas manusia mahupun haiwan. Orang yang melakukan pembedahan dipanggil pakar bedah. Mereka yang bergelar pakar bedah rata-rata adalah pakar perubatan, bahkan juga terdiri daripada ahli-ahli podiatri, pergigian dan veterinar. Pembedahan boleh menelan masa berminit-minit hingga berjam-jam, dan jarang dijalankan secara berlarutan atau berkala-kala ke atas seseorang pesakit.
Pembedahan elektif merupakan tatacara pembedahan yang boleh dijadwalkan awal-awal, lazimnya kerana tidak melibatkan kecemasan perubatan, misalnya pembedahan plastik.Pembedahan adalah teknologi yang terdiri daripada campur tangan fizikal terhadap tisu badan. Umumnya, sesuatu tatacara dikira sebagai pembedahan jika ia melibatkan pemotongan tisu pesakit atau penutupan luka yang dialami dahulu. Lain-lain tatacara yang tidak tergolong dalam takrifan tersebut, contohnya angioplasti atau endoskopi boleh dikira sebagai pembedahan jika ia melibatkan tatacara atau aturan pembedahan yang "umum" seperti penggunaan persekitaran yang steril (bebas kuman), anestesia, keadaan antiseptik, peralatan bedah yang lazim, dan penjahitan atau pengokotan.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan tentang  morfologi dan anatomi tubuh hewan Vertebrata, yang dalam penelitian ini digunakan hewan kelompok Pisces yaitu pada ikan Nila (Oreochromis niloticus).

3.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
1.    Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di ruang laboratorium Biologi SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.
2.    Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada hari Senin tepatnya pada tanggal 18 Mei 2015.

3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Kajian pustaka
Pengumpulan informasi dan data – data yang diperlukan diperoleh dari buku – buku dan internet.
2.      Observasi
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi atau  pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan gejala langsung pada objek penelitian (ikan yang dibedah)
3.      Dokumentasi
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil gambar terhadap objek penelitian atau ikan Nila (Oreochromis niloticus).

3.4  Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian ini adalah metode analisis kualitatif.

3.5  Pembedahan Ikan Nila(,,)
3.5.1   Alat dan Bahan
-       Alat :
1.    Gunting bedah
2.    Pinset
3.    Jarum penusuk
4.    Pisau bedah
5.    Nampan

-       Bahan :
1.      Ikan Nila  (Oreochromis niloticus)

3.5.2   Langkah Kerja
1.    Letakkan ikan Nila (Oreochromis niloticus) diatas nampan.
2.    Bersihkan sisik ikan agar lebih mudah dalam proses pembedahan.
3.    Bila ikan tersebut masih hidup, amati pergerakan dan warna insangnya, dan saat  ikan telah mati amati pula pergerakan dan warna insangnya, tentunya terdapat perbedaan.
4.    Bedah ikan dengan menggunakan pisau bedah pada bagian sirip punggung ikan sampai ke bagian bawah sirip perut ikan hingga terbelah dan kelihatan organ – organ bagian dalamnya. Lakukan dengan hati – hati agar tidak merusak organ – organ bagian dalam.
5.    Pembedahan dapat dibantu menggunakan gunting bedah jika terdapat kendala dalam memotong bagian – bagian tertentu yang dimiliki ikan.
6.    Amati struktur – struktur organ yang ada pada ikan.
7.    Setelah diamati, ambil organ – organ yang dimiliki oleh ikan secara hati – hati dan teliti dengan menggunakan pinset, agar saat pengambilan gambar, organ tersebut masih utuh atau tidak rusak.
8.    Setelah organ – organ ikan telah diambil dan dipisahkan, tunjuk menggunakan jarum penusuk pada organ tersebut dan ambil gambarnya untuk dokumentasi.

























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil
Dari penelitian yang berupa pembedahan ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang dilakukan oleh penulis, didapatkanlah hasil yang berupa gambar – gambar mengenai organ–organ yang terdapat didalam tubuh ikan. Organ–organ tersebut memiliki fungsi dan struktur tersendirinya. Untuk itu, dalam proses pembedahan, penulis memisahkan organ–organ tersebut secara hati–hati dan mengambil gambar – gambarnya seperti yang dilampirkan dalam tabel di bawah ini.

Gambar Hasil Pengamatan
Keterangan
Text Box: Gambar 1
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) saat diletakkan di atas nampan.
Ikan Nila(Oreochromis niloticus) diletakkan nampan terlebih dahulu sebelum proses pembedahan dilakukan
Text Box: Gambar 2
Mata pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)
 



Mata ikan Nila (Oreochromis niloticus), dalam hal ini mata berfungsi sebagai .alat penglihatan yang dimiliki oleh ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Text Box: Gambar 3
Insang ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Insang ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam hal ini  berfungsi sebagai alat pernapasan.
Text Box: Gambar 4
Sirirp punggung ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Sirip punggung pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam hal merupakan sirip yang berada dibagian dorsal tubuh iakn dan berfungsi dalam stabilitas ikan, ketika berenang. Bersama - sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar.
Text Box: Gambar 5
Sirip ekor ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Sirip ekor ikan Nila (Oreochromis niloticus)merupakan sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh dan biasanya disebut sebagai ekor. Pada sebagian besar ikan, sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang (maju) dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver.
Text Box: Gambar 6
Proses pembedahan ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Proses pembedahan ikan Nila (Oreochromis niloticus) diawali pada bagian sirip punggung ikan.
Text Box: Gambar 7
Proses pembedahan ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Proses pembedahan ikan Nila Oreochromisniloticus) diawali pada bagian sirip punggung ikan sampai ke bagian bawah sirip perut ikan.

Text Box: Gambar 8
Proses pembedahan ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Proses pembedahan ikan dengan menggunakan pisau bedah pada bagian sirip punggung ikan sampai ke bagian bawah sirip perut ikan hingga terbelah dan kelihatan organ – organ bagian dalamnya
Text Box: Gambar 9
Organ jantung pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Jantung ikan memiliki dua ruang yaitu satu atrium dan satu ventrikel yang terletak di dekat insang, fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh.
Text Box: Gambar 10
Organ hati pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Pada ikan, hati dan pancreas menyatu menjadi hepatopankreas, pada hati terdapat kantung empedu yang berfungsi untuk menyalurkan cairan empedu.
Text Box: Gambar 11
Organ usus pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Usus adalah tempat penyerapan utama dari makanan yang telah diolah di lambung pada ikan.
Text Box: Gambar 12
Gelembung renang pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Gelembung renang merupakan organ internal yang dipenuhi oleh gas yang berfungsi memberi kemampuan ikan untuk mengendalikan daya apung sehingga mampu menghemat energy untuk berenang . Fungsi lain gelembung renang adalah digunakan sebagai ruang beresonansi untuk memproduksi atau menerima suara.
BAB V
PENUTUP
                                                       
5.1 Simpulan
Adapun simpulan yang terdapat dalam penulisan karya tulis ini yaitu :
1.      Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan hewan dalam kelompok Pisces yang termasuk kedalam kelas Osteichtyes atau rahang bertulang sejati.
2.      Ikan Nila (Oreochromis niloticus) memiliki sistem pencernaan yang terdiri dari mulut, rongga mulut, faring, esofagus, lambung, pirolus, usus, rektum, dan anus.
3.      Insang pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) berwarna pucat pada saat mati dikarenakan ikan mengalami kekurangan oksigen yang mengganggu fisiologis tubuhnya, dan berwarna merah pada saat hidup karena fisiologis tubuhnya tidak terganggu.

5.2 Saran
Dalam pembuatan karya tullis ini, penulis menyadari bahwa karya tulis ini tidaklah jauh dari kekurangan dan kesalahan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangatlah diharapkan oleh penulis agar karya tulis ini menjadi lebih baik dan mencapai titik kesempurnaan dan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.









Daftar Pustaka

Anonim.2015.Anatomi Ikan dalamhttp://laporanbiologi2.tumblr.com/ (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2011.Fertilisasi Pada Pisces dalam http://etix-anakotta.blogspot.com/2011/02/fertilisasi-pada-pisces-ikan.html. (diakses tanggal 24 Mei 2015).


Anonim.2015. Ikan  dalamhttp://id.wikipedia.org/wiki/Ikan (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2015. Ikan Nila dalamhttp://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2015.Pembedahan dalamhttp://ms.wikipedia.org/wiki/Pembedahan (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2012.Sirip Ikan dalamhttp://www.alamikan.com/2012/11/sirip-ikan.html (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2015.Sistem Pencernaan Pada Ikan dalamhttp://www.pustakasekolah.com/sistem-pencernaan-pada-ikan.html (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2012.Sistem Pencernaan Ikan dalamhttp://sambilan-harianku.blogspot.com/2012/11/sistim-pencernaan-ikan.html (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Anonim.2015.Vertebrata dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Vertebrata (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Finasaindri.2012.Anatomi Ikan Nila dalamhttp://finasaindri.blogspot.com/2012/03/anatomi-ikan-nila.html (diakses tanggal 24 Mei 2015).

Sukajiyah.2015. Mengenal Hewan Bertulang Belakang dalam http://sukasains.com/materi/mengenal-hewan-bertulang-belakang-vertebrata/
(diakses tanggal 24 Mei 2015).

Post a Comment for "VERTEBRATA (Disusun Sebagai Laporan Terhadap Pengamatan Dari Pembedahan Ikan Nila (Oreochromis niloticus))"